CARA DURHAKA YANG PAYAH
“aaaaah, capeknya.....” keluhku setelah pulang dari sekolah “mak, bisa enggak kalo hari ini gak usah les dulu”
“mahal ku bayar uang les kau itu ya” bentak mamakku seperti
biasanya. “makan, abis itu langsung les!”
“iyaaaaaa” tanpa ganti baju, aku langsung menurut mengambil
makan siang di dapur.
Begitulah aku, susahnya jadi anak sekolahan. Pagi sekolah,
siang les bimbingan, malam belajar. karena untuk ukuran anak kelas 2 SMP seperti
aku, itu sungguh cukup berat kan?
“mak mana remote nya?”
“remote apa? Remote kipas angin? Tengok di atas tv” teriak
mamakku dari dapur.
“bukaaan, remote tv mak”
“tengok di atas kipas angin” mamakku kembali teriak dari
dapur.
“kipas angin kita kan bulat mak” sambil ku lihatt ke atas
kipas angin.”mana bisa nyangkut remotenya, eh? Kok jadi.....” seingatku tadi
pagi bentuknya masih bundar, kenapa jadi segi empat begini.
“makanya, nyarik pakek mulut jangan pakek tangan” jurus
sindiran maut andalan keluar lagi.
“iyaaa....”
Sambil makan telur dadar sambel dan sayur sawi rebus buatan
mamak, aku memencet tombol chanel up remote
tv mencari siaran yang enak di tonton siang-siang begini.
“kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu......” tiba-tiba
ada lagu mantep dari tv.
“widih sedep jugak nih lagu” kataku dalam hati.
Sampai selesai ku dengarkan lagu itu dan akhirnya aku pun
tahu kalau yang menyanyikan lagu itu
adalah sm*sh, sosok boyband pendatang baru. Dengan 5 personil (semi) laki-laki yang
berwajah lumayan bagus, mereka lihai bernyanyi sambil menari. Tentang kenapa
huruf A diganti dengan tanda * (bintang), aku sama sekali gak peduli. yang penting Sm*sh itu
keren.
“kau kok belum sekolah arab?!! Udah jam tiga lewat ini!!!” bentak mamak
saat aku meletakkan piring kotorku di dapur.
“astaga” langsung aku buru-buru ganti baju, menyusun buku
untuk les, dan bergegas naik ke atas sepeda. “mak rehan pigi duluuuuu” jeritku.
“iya belajar bagus-bagus, hati-hati”
Aku terlambat karena smash. eh maksudnya sm*sh.
.......
“kali ini kabar terhangat datang dari boyband pendatang baru
asal bandung bernama smash”, penyiar gosip mulut mencong membacakan kabar baru
“dengan lagu cenat-cenut mereka siap mengguncang panggung hiburan indonesia”. sambungnya.
“dengan lagu cenat-cenut mereka siap mengguncang panggung hiburan indonesia”. sambungnya.
“mamak tau smash mak?” tanyaku kepada mamak yang kebetulan
sedang menonton tv bersamaku.
“antah, ah tukar lah ini ah, sukak kali kau nonton gosip
kayak gini” sambil merebut remote-ku
“abis maghrib gini harusnya nonton dangdut”
“abis maghrib gini harusnya nonton dangdut”
“smash mantap lo mak, lagunya enak kali” kutirukan gaya
smash bernyanyi dengan menggerakkan dada maju mundur.
“ada gilak-gilak kau kurasa, sukak sama laki-laki pulak kau,
istighfar re”
“yang penting smash mantep”
sepertinya aku memang gampang sekali suka sesuatu yang
ditampilkan di tv. Nonton iklan sosis, aku jadi suka sosis. Nonton iklan so
good, aku jadi suka nugget. Nonton iklan fiesta, aku jadi suka.......nugget fiesta.
sekarang aku nonton smash, jadi sukak smash. Andai saja seperti itu perempuan
denganku, sekali lihat langsung suka juga.
......
poster smash yang ku beli, langsung aku pasang di dinding. wajar dong, pajang artis favorit kita di kamar kita.
poster smash yang ku beli, langsung aku pasang di dinding. wajar dong, pajang artis favorit kita di kamar kita.
“kebentur kepalamu?” tiba-tiba mamak marah dari depan pintu
kamar.
“kenapa mak?”
“ngapai kau pasang poster-poster laki-laki di situ”
“ini smash mak”
“iya kenapa kau pasang poster smash di situ, kau kan
laki-laki jugak” bentak mamak “kau sukak jugak sama laki-laki? Copot itu!!” perintah mamakku dengan nada tinggi.
“orang sukak sama lagunya aja kok” jawabku
“jadi kenapa penyanyinya jugak ikut kau tempel?”
“namanya dia yang nyanyi”
“keterlaluan ini rere, terserahmu lah” pintu dibanting.
Tak kusangka mamak semarah itu karena aku fans smash. Tapi
mau bagaimana lagi, lagu-lagu smash memang sedap ku dengar. Aku memang suka
smash karena lagu-lagunya pas sekali di hati. Tapi apa benar hanya karena ini
aku sampai durhaka dengan mamak? Karena suka smash. Sungguh kisah durhaka
paling bego. Kalau dipikir-pikir malin kundang durhaka karena kesuksesannya
makanya lupa kepada ibunya. Aku? Durhaka karena smash?, neraka apalagi yang
menungguku nanti? Akan dikutuk jadi apa aku?. Aku dilema, bingung, pusing,
jomblo.
“aku harus minta maaf sama mamak” tekadku dalam hati.
.....
Kulihat daster bagian belakang mamak yang sedang menonton
tv. Duduk sambil memeluk bantal, serius sekali dia. mungkin dia masih marah
sekali padaku. Dalam keheningan aku mencoba bertanya.
“mak, kenapa emang kalo sukak sama smash?”
“mamak gak sukak aja” jawab mamak jutek
“posternya udah rere copot kok”
“iya baguslah” jawaban sigkat itu membuat suasana hening
sejenak.
Aku mencoba mencari kejelasan masalah ini.
“mak” aku mencoba membuka pembicaraan lagi.
“mamak tidak suka kamu menjadi fans-fans seperti itu”
tiba-tiba mamak bicara serius. “mamak tau kamu gampang suka, tapi jangan smash”
“mak”
“lihat itu, smash lagi tampil” mamak menunjuk tv. ”lihat
pendukungnya”
Memang benar, ada yang salah dengan pendukung smash ini.
Penontonnya wanita semua.
“coba lihat lagi” mamak kembali menunjuk tv. “lihat
cowok-cowoknya, itu banci semua rere!”
Aku menunduk tak berkata-kata. Memang benar kata mamak,
smash bukan idola yang baik.
“mamak takut kamu jadi homo. kamu memang gampang suka, tapi
pilihlah yang baik re”
“iya mak, rere tidak akan menjadi homo, percayalah” tekadku
takkan menjadi homo pun menguat.
“ya sudah makan sana” sambil tersenyum mamak menyuruhku.
“iya mak”
Ternyata mamak sayang padaku, mamak Cuma tak ingin aku jadi
homo.
......
aku lagi serius, tiba-tiba mamak datang dengan cara
mengejutkan.
“rehaaaaaan!!!” jerit mamak dengan marah.
“ya maaak?”
“kau ngapain?”
“masang poster mak” jawabku santai. “JKT48 mak, mantep” jawabku dengan senyum paling manis.

Komentar
Tapi kau gak homo kan fad ? *megangpipifadlan*