PENCURI, ISTRINYA, DAN ANAKNYA
semooga kita dapat mengambil manfaat dari cerita di bawah, cekidot!!!.
Tersebutlah seorang pencuri yang sangat brilian dalam melakukan aksinya dan pastinya selalu berhasil. sebut saja namanya iwan, seorang pencuri ulung lulusan IPB (institut Pencuri Bandung) yang memiliki perawakan pendek, rambut ikal, wajah polos, dan diberkahi tangan yang agak kecil dan panjang, persyaratan yang lebih dari cukup untuk seorang pencuri, oleh karena itu ia sangat lihai dalam melakukan aksinya. Iwan juga sangat pintar dalam hal samar-menyamar, mungkin itulah keahlian khusus lain yang didapatkannya sewaktu di masa-masa kuliahnya dulu. Dan menurut cerita, seluruh mahasiswa lulusan IPB bisa mengambil sebiji kacang hijau dari dalam kantong korban tanpa terasa sedikitpun, ajiiiiiiib bener dah.
“kelihatanya aku sudah terlalu dikenal di sini, lagi pula di kota ini terlalu mudah untuk mencuri, tidak punya taste, mungkin akan lebih baik jika besok aku hijrah ke tempat lain yang lebih menantang, dan karena hari ini adalah aksi pencurianku yang terakhir di kota ini, aku akan melakukan pencurian termanis, sebagai kenang-kenangan.” Gumamnya sambil buang air besar.
Iwan pun langsung dandan yang rapi dan bergegas ke pasar yang sedang ramai saat itu. Dengan sombongnya iwan menoleh ke kanan kiri, clingak-clinguk, kedap-kedip, ngences selama setengah jam dan sempat juga disangka gembel autis, akhirnya aksi pun di mulai.
“wow, ada cewek pake kacamata item tuh, kayaknya kaya , widih pake celana merk tupperware, kaya abiiiiss”. Pikir iwan sejenak.
Dengan mengendap-endap, pelan tapi pasti, iwan mendekati cewek itu, sedikit demi sedikit dan akhirnya iwan sampai tepat di samping dan.......... hap lalu ditangkap, ya, tangan iwan tertangkap dan dipegang cewek itu.
“copet ya bang??” tanya si cewek.
“aduh kok tau dek?? Cantik-cantik pinter ya".
“soalnya saya copet juga bang, makanya jangan lihat orang dari luarnya aja, abang lulusan mana??"
“IPB dek, adek??”
“UGM (Universitas gembong mencuri), baru wisuda kemaren sih bang, lagi nyari-nyari partner aja sih bang, kalo sendiri kan dapetnya sedikit, oh iya nama saya siti bang” paparnya.
“bener juga, yaudah deh siti, abang mau deh dek jadi partnermu,”
Sejak saat itu mereka mencuri bersama karena sudah menjadi partner, senang dan sedih sudah dilalui bersama, suka duka dan pedas manis dalam dunia pencurian dan pencopetan sudah biasa bagi mereka.
Empat bulan pun berlalu tanpa terasa sejak mereka resmi menjadi partner dan dari hasil pencurian mereka membuat mereka berdua menjadi orang terkaya di kota itu. Namun karena terlalu sering bersama, mereka terjebak cinta lokasi dan iwan pun memiliki rasa terpendam yang harus disampaikan secepatnya karena jika kelamaan takut jadi jerawatan. malamnya pun pembicaraan 2 mata terjadi, loh kok 2 mata? karena mereka bego.
“dek, abang boleh bilang sesuatu??” iwan memulai.
“apa bang? Untuk abang apapun akan adek dengar”
“gini, kita kan udah lama nyopet sama-sama, makan sama-sama, benafas sama-sama, jadi ternyata di balik kebersamaan kita, abang menyimpan rasa terpendam, adek mau gak jadi istri abang?” iwan memberanikan diri.
“siti juga gitu bang, tapi karena siti perempuan kan gak mungkin mulai duluan, yaudah siti mau bang”.
Dua minggu kemudian mereka pun duduk di pelaminan berdua dan seluruh teman-teman sekampus mereka dulu juga diundang. karena dahulu mereka sudah di doktrin oleh pernyataan “jangan pernah mencopet sesama copet” jadi pesta itu berlangsung meriah.
Tak lama kemudian, siti pun hamil 2 bulan dan iwan berangan-angan berkata pada siti bahwa jika anak mereka sudah besar nanti, iwan akan melatih anaknya menjadi copet yang lebih hebat dari mereka berdua dan kalau bisa menjadi pencuri paling hebat di seluruh dunia hingga bisa mencuri sebutir pasir halus dari kantong tanpa terasa.
namun alangkah malangnya nasib iwan dan siti, bidan yang membantu kelahiran anak mereka mengatakan bahwa anak mereka mengalami kecacatan di bagian tangan karena tangannya tidak bisa membuka dan selalu menggenggam. Betapa sedih hati iwan dan siti karena cita-cita dan harapan mereka telah pupus untuk menjadikan anak mereka pencopet terbaik dunia, karena dengan tangan yang demikian tidak akan bisa dipakai untuk mencopet.
Suatu malam, iwan pun tidur di kamar dengan anaknya dan istrinya tercinta yang sudah berumur 2 minggu dan masih dalam kondisi cacat yang membuat hati iwan masih dirundung duka yang mendalam karena harapannya hancur.
"abang marah sama adek?", siti membuka pembicaraan.
"abang gak akan pernah marah, inilah takdir kita. cobaan tuhan memang selalu bisa datang kapan dan dimana saja, tidak kenal waktu".
"abang masih cinta kan dengan adek?"
"tidak siti cintaku, cinta abang tidak pudar. abang akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi.
"ini orang tua gue apaan lah kerjaannya lagi pake gombal-gombalan segala, gak sadar apa disini ada gue", anaknya yang masih umur 2 tahun ngomong dalem hati.
Iwan dan istrinya dengan mesranya mengelus tangan anak mereka sambil menerima nasib yang sudah menimpa. karena terkadang begitulah hidup, ada orang yang kaya raya namun dirundung banyak sekali masalah. ada yang miskin namun hidupnya penuh dengan kebahagian. sama juga dengan penulis blog ini, dia ganteng namun dia bahagia.
setelah lama mengelus tangan anak mereka, alangkah terkejutnya iwan karena jari telunjuk anaknya walaupun dengan kaku ternyata sedikit-demi sedikit bisa terbuka. satu persatu dan dengan pelan-pelan mulai membuka jari tengah, jari jempol, jari manis, jari kelingking, jari-jari sepeda motor, dan akhirnya tangan anak mereka bisa terbuka dan normal seperti anak bayi pada umumnya. ternyata selama ini anak mereka menggenggam sesuatu.
i
s
i
n
y
a
a
d
a
l
a
h
isi genggaman tangan anak mereka ternyata ada sebuah cincin di tangan kanan dan kiri. setelah ditelisik ternyata sewaktu proses kelahiran, cincin bidan berhasil di curi oleh bayi tersebut saat keluar dari perut siti. akhirnya iwan, istri serta anaknya hidup bahgia selamanya.
(-,-" kampret banget). -re.edo-

Komentar